Khamis, 11 Julai 2013

wali

Aku punya wali.
Wali sah yang punya hati sekeras kerikil.
Sang anak sedang putus asa.
Perangai memang kerikil.

Kita tak serapat mana.
Pernah juga aku benci wali sendiri.
Berdosa itu sudah di-kira.
Remaja punya perangai punca dia.
Tapi aku pikir ini bukan salah remaja.
Ini salah hati keras kerikil sang wali.

Tengok.
Manusia memang selalu menyalahkan manusia lain.
Itu manusia.
Itu aku.
Itu Abah.

Sebenci mana dekat wali.
Ingat. Dia manusia yang tinggal untuk jadi pembimbing.
Walau bimbingan tidak seberapa.
Tapi itu cukup untuk anak.
Cukup untuk remaja.
Tapi aku belum dewasa.
Aku masih terasa dengan hati kerikil.
Kau memang durhaka.
Ye aku jadi durhaka atas bimbingan tidak seberapa sang abah.
Aku sudah tidak bersyukur.
Aku tahu jijik ada zuriat se-jijik ini.
Memang itu takdir si wali punya zuriat se-durhaka ini.

Ini takdir.


jangka

Daisypath Anniversary tickers

lapor-nya